Rabu, 28 Desember 2016

BAB 9 (AGAMA DAN MASYARAKAT)

BAB 9  >  Agama dan Masyarakat

MIND MAPPING

                Peran Agama dalam kehidupan sosial menyangkut dua hal yang sudah tentu hubungannya erat. Memiliki aspek-aspek yang terpelihara, yaitu pengaruh dari cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas sosial dan group sosial, perseorangan dan kolektifitas, dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agama diwarnainya. Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekan pada hala-hal yang normatif atau menunjuk kepada hal-hal yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan.
                Fungsi agama dalam pengukuhan nilai-nilai, bersumber pada kerangka acuan yang bersifat sakral, maka normanya pun dikukuhkan dengan sangsi-sangsi sakral. Fungsi agama dibidang sosial adalah fungsi penentu, dimana agama manciptakan suatu ikatan bersama.
Masyarakat-masyarakat industri sekuler
                Masyarakat industri bercirikan dinamika dan semakin berpengaruh terghadap semua aspek kehdupan, sebagian besar penyesuaian-penyesuaian terhadap alam fisik, tetap yang penting adalah penyesuaian-penyesuaian dalam hubungan – hubungan kemanusiaan sendiri.
                Agama begitu universal, permanen (langgeng), dan mengatur dalam kehiduoan, sehingga bila tidak memahami agama, akan sukar memahami masyarakat. Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, meskipun tidak menggambarkan sebenarnya secara utuh.
                Agama melalui wahyunya atau kitab sucinya memberikan petunjuk kepada manusia guna memenuhi kebutuhan mendasar, yaitu selaat didunia dan selamat di akhirat, di dalam perjuangannya tentu tidak boleh lalai.

                Dari contoh sosial, lembaga keagamaan berkembang sebagai pola ibadah, pola ide-ide, ketentuan (keyakinan), dan tampil sebagai bentuk asosiasi atau organisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar